Dan Akupun Menjadi Telur Dadar Sepesial (Kenangan masa Kompre di D3)

Pagi itu langit merona pucat. Matahari masih malu-malu untuk menggantikan rembulan. Aku menggeliat keenakan di tempat tidur kos ku yang nyaman. Bau bantal dan guling yang khas membuatku enggan beranjak dari tempat tidur. Kulirik jam di ponsel ku menunjukkan pukul 06.50. Dengan sekuat tenaga melawan kemalasan, aku bangkit. Ya, aku harus bangun, karena jam 07.30 ada Kompre. Setengah mengantuk ku menuju kamar mandi di ujung kos-kosan. Namun ku urungkan niatku untuk mandi. Karena airnya dingin setengah mati, tak beda dari waktu masih subuh tadi. Akhirnya aku berangkat ke kampus tanpa mandi, hanya cuci muka dan memakai parfum wangi sekadarnya. Buat apa toh wangi-wangi, kan bukan untuk menemui calon istri.

Sesampainya di kampus, aku menemui bagian akademik untuk menanyakan tentang Kompre.

“Mas Raditya Ndaru? Nilainya Akuntansi Keuangan Menengah 2 dan Sistem Informasi Akuntansi yang kemarin sudah keluar belum?” tanya bapaknya.

“Sudah pak kemarin.” kataku.

“Lho, tapi ini kok belum terdaftar ya? Kemarin kok tidak konfirmasi kesini?” tanya bapaknya.

“Lho lha saya juga ndak tau pak. Kan keluar juga kemarin sore. Akademik sudah tutup. Mau konfirmasi lha saya juga bingung” kataku membela diri.

“Wah ya berarti ndak bisa ikut Kompre sekarang mas. Sudah terlambat. Lha ini jadwal sudah dicetak kok.” kata bapak itu.

“Lhoh!? Kok begitu pak? Tapi nilai saya sudah keluar kemarin sore. Lha gimana ini?” tanyaku dengan suara agak meninggi.

“Ya mesti harus ikut Kompre nya bulan depan mas.” kata bapaknya.

“Bulan depan pak?” tanyaku setengah melotot.
Baca Lebih Lanjut

Nasi Bungkus

Aku duduk bersila bertopang dagu. Melangut. Hanya mataku sesekali bergerak memperhatikan sekitar. Suasana masjid kampus UGM terlihat begitu ramai mendekati waktu maghrib. Ada yang tiduran di pinggir, melamun, ngobrol, namun ada pula yang serius memperhatikan kultum. Aku sendiri tadi datang terlambat. Moodku terlanjur tidak masuk. Sehingga mendengarkan penceramah hanya setengah – setengah. Setengah melamun karena lapar dan mengantuk. Tapi gerakan disampingku menyadarkanku.

Nasi bungkusan!

Aku berseri ketika nasi bungkusan mulai dibagikan dengan cara berputar. Inilah yang ku tunggu dari tadi. Ngantukku segera hilang, walau cacing di perutku semakin memberontak menggempur dinding lambung dan usus ku. Ini merupakan salah satu misiku di bulan Romadhon kali ini. Adalah mencari takjilan gratis untuk ngirit biaya makan. Uang yang kutabung ini rencana untuk beli buku nanti setelah lebaran.

Baca Lebih Lanjut

Sepenggal Kehidupan

by : Raditya Ndaru

Hujan deras masih mengguyur kota Yogyakarta. Gadis kecil itu termangu didekat jendela kusam di sudut ruangan. Kuhampiri pelan setelah tadi kutinggal sebentar untuk sholat Isya’. Kusampirkan jaketku di punggungnya lalu kupeluk dia. Akhirnya pecahlah tangisnya. Ya, dia adalah salah satu anak korban bencana letusan Gunung Merapi.

Namanya Indah. Bayangkan di umur 8 tahun ia kehilangan keluarganya. Siang tadi waktu evakuasi di daerah Pakem, ia keluar dari rumahnya bertelanjang kaki sambil menangis. Tubuhnya penuh abu dari Merapi. Bahkan rambutnya pun menjadi putih. Kudekati ia dan kubuka masker di wajahku, agar ia tidak takut. Kuberikan senyum terbaik ku.

“Kak, emak sm Budi masih di dalam rumah. Tidur terus. Dibangunin gak mau bangun” katanya merengek.

“Iya. Kita ke tempat aman dulu ya sayang. Biar temen-temen mas ini yang membangunkan emak sm Budi,” kataku pelan.

Ku usap air matanya. Lalu ku gendong ia ke tempat penampungan. Masih menangis ketakutan. Sesampainya di sana, ku bersihkan tubuhnya dengan washlap basah dan kuganti bajunya dengan pakaian sumbangan. Kubawa kedalam ruangan, lalu ambilkan roti dan air mineral gelasan. Ia makan dengan lahap, walaupun tak berhenti menanyakan emak nya.
Baca Lebih Lanjut

Ketika Peradaban-pun Bertasbih

Ini merupakan essay ku yang dilombakan dalam “Islamic Essay & Poster Competition 2010” dengan tema “Iman dan Taqwa, Bekal Pemuda Muslim Membangun Peradaban” yang diadakan oleh SKI FK UNS. Mendapat penghargaan juara harapan 1, yg di umumkan pada Seminar “Adrenalin” pada hari Ahad, 7 November 2010.

 

Ketika Peradaban pun Bertasbih

by : Raditya Ndaru PP

History, Present, and Future

Membangun peradaban. Dua kata yang akan membuat pikiran kita berkelana, mengembara jauh. Dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda setiap orangnya tentu. Bisa dikatakan ketika anda seorang yang memiliki nasionalisme tinggi, akan teringat dengan Revolusi Perancis. Ketika anda seorang penggemar taktik perang, akan teringat dengan “Art of War” nya Tsun Zu. Atau ketika anda seorang pejuang muslim, tentu akan teringat dengan kejayaan Islam era nya Rosul dan para shahabat. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari sejarah. Saya jadi teringat kata kata guru saya waktu SMA, “Jasmerah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah”. Ini benar adanya, karena sejarah memiliki makna yang tak tergantikan nilainya.

Bukan hanya sejarah, peradaban bisa dikaitkan dengan masa depan. Para intelektual muda dibutuhkan untuk merancang dan membangun peradaban di masa yang akan datang. Dengan ilmu tentunya. Tetapi peran untuk merancang dan membangun peradaban di masa depan bukan hanya dipundak para pemuda, melainkan generasi tua pun akan ikut berperan didalamnya tentu.

Dari semua itu, yang paling penting adalah sekarang. Ya sekarang ini. Bagaimana sekarang ini menjadi intelektual muda tangguh, mencetak para intelektual muda yang tangguh, cara mengubah dan menyamakan dari berbagai mindset baik dari kalangan generasi tua maupun muda. Dengan belajar dari sejarah, baik yang kelam maupun yang cemerlang. Dengan memfokuskan target jitu untuk membangun peradaban di masa depan.

Keagungan Iman dan Taqwa

Kita sebagai umat muslim, tentunya tak akan terlepas dengan yang namanya Iman dan Taqwa. Dan sudah seharusnya memahami hakekat Iman dan Taqwa itu sendiri. Saya akan sedikit menyajikan tentang pengertian apa itu iman dan apa itu taqwa. Sekedar untuk me-refresh ingatan kita.

Iman berasal dari bahasa arab secara etimologis berarti percaya. Diambil dari kata kerja ‘aamana’ dan ‘yukminu’ yang berarti percaya atau membenarkan. Seperti kata Ali r.a. bahwasannya “iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota (badan)”. Sehingga ketika seseorang itu mengucapkan syahadat, melaksanakan rukun islam, tetapi dalam hatinya ia tidak mempercayai nya, maka iman nya bisa disebut tidak sempurna. Begitu juga sebaliknya. Dalam hal ini, tentunya contoh kita adalah baginda Rosul dan juga para shahabat. Beliau Rosululloh SAW mengatakan, yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, bahwasannya “Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan laa ilaha illallah”. Naik dengan ketaatan dan turun dengan kemaksiatan.  Jadi sudah seharusnya, kita sebagai seorang muslim, entah muda maupun tua untuk selalu dan selalu menjaga iman kita.

Sedangkan makna Taqwa, seperti kata Imam An-Nawawi, adalah “Mentaati perintah dan laranganNya”. Sehingga maksudnya adalah menjaga diri dari pekerjaan atau hal-hal yang mengakibatkan siksa Allah Azza wa Jalla, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya. Orang yang tidak menjaga diri nya dari perbuatan dosa, berarti dia bukan orang yang bertaqwa. Taqwa itu sendiri mencakup tiga tingkatan:

1. Menjaga hati dan anggota tubuh dari perbuatan dosa dan keharaman. Apabila seseorang melakukan hal ini hatinya akan tetap hidup.
2. Menjaga diri dari perkara-perkara yang makruh/dibenci. Apabila seseorang melakukan hal ini hatinya akan sehat dan kuat.
3. Menjaga diri dari berlebih-lebihan -dalam perkara mubah- dan segala urusan yang tidak penting. Apabila seseorang melakukan hal ini hatinya akan diliputi dengan kegembiraan dan sejuk dalam menjalani ketaatan

Tingkat ketaqwaan dan keimanan kita tentu sangat jauh kualitasnya dengan para shahabat. Sangat jauh jarak kita dengan Rosululloh. Katakanlah orang yang paling sholeh sekalipun di zaman ini, tak akan bisa mengungguli orang sholeh pada zaman terdahulu. Karena mereka, para shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in, telah ditempa dengan ujian yang sangat sangat berat. Dengan kualitas terjamin, sertifikat langit. Ibarat, sebening permata di zaman ini tetap lebih bening permata pendahulunya. Sedangkan kita, yah saya merasa sangat malu membandingkannya dengan para shahabat. Baru diberikan ujian sedikit saja oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala saja mengeluh kesana kemari. Jauh sekali. Baca Lebih Lanjut

Kenapa Rokok Haram?

Teringat pada Bulan Romadhon kemarin, sebuah kultum Tarawih pada Ramadhan 1431 H di Masjid Pogung Raya, Yogyakarta. Prof. Dr. Yunahar Ilyas dengan bahasa tuturnya yang memikat, lugas, cenderung humoris, tetapi sangat serius; membahas tentang “Kenapa Rokok Haram?” Saya mencoba menulis ulang kultum beliau berikut ini.

Dalil pertama, bisa Anda baca langsung di bungkus rokoknya. “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Itu dalilnya, kata beliau.

Dalil kedua, karena merokok itu berpotensi membunuh diri sendiri. Hanya lebih lambat saja dari gantung diri, menembak kepala dengan pistol, atau menenggak racun serangga satu botol, beberapa di antara metode bunuh diri yang terbukti ampuh saat ini.

Sedangkan setiap hal yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain adalah haram. (HR Ibnu Majah, Malik, Al-Hakim, Al-Haitsami, Ad-Daaruquthni, dan Al-Baihaqi). Al-Quran pun mengharamkan seorang muslim bunuh diri, dengan alasan apa pun. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS An-Nisaa’ [4]: 29).

Seorang muslim yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, maka ia kafir di penghujung hayatnya karena berputus asa dari rahmat Allah. Dilaknat oleh seluruh penduduk langit dan kekal di neraka jahannam.
Apakah para rokoker tidak menyadari tentang aktivitas bunuh diri perlahan-lahannya itu??

Baca Lebih Lanjut

Sholat ‘Ied?

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.

Berikut adalah panduan ringkas dalam shalat ‘ied, baik shalat ‘Idul Fithri atau pun ‘Idul Adha. Yang kami sarikan dari beberapa penjelasan ulama. Semoga bermanfaat.

Hukum Shalat ‘Ied

Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim[1]. Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.“[2]

Di antara alasan wajibnya shalat ‘ied dikemukakan oleh Shidiq Hasan Khon (murid Asy Syaukani).[3]

Pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukannya.

Kedua: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar rumah untuk menunaikan shalat ‘ied. Perintah untuk keluar rumah menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied itu sendiri bagi orang yang tidak punya udzur. Di sini dikatakan wajib karena keluar rumah merupakan wasilah (jalan) menuju shalat. Jika wasilahnya saja diwajibkan, maka tujuannya (yaitu shalat) otomatis juga wajib.

Ketiga: Ada perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya shalat ‘ied yaitu firman Allah Ta’ala,

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied.

Keempat: Shalat jum’at menjadi gugur bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied jika kedua shalat tersebut bertemu pada hari ‘ied. Padahal sesuatu yang wajib hanya boleh digugurkan dengan yang wajib pula. Jika shalat jum’at itu wajib, demikian halnya dengan shalat ‘ied. –Demikian penjelasan Shidiq Hasan Khon yang kami sarikan-.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang menyatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah wajib bagi setiap muslim lebih kuat daripada yang menyatakan bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi sebagian orang saja). Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hukum shalat ‘ied adalah sunnah (dianjurkan, bukan wajib), ini adalah pendapat yang lemah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melakukan shalat ini. Lalu beliau sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melakukan shalat ‘ied. Dan tidak dikenal sama sekali kalau ada di satu negeri Islam ada yang meninggalkan shalat ‘ied. Shalat ‘ied adalah salah satu syi’ar Islam yang terbesar. … Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan shalat ‘ied, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?”[4] Baca Lebih Lanjut

Cinta, Ilmu, dan Kesuksesan

Bismillah..
Tengah malam koq pengen nulis sesuatu. Mungkin sepatah dua patah kata dari ku dalam menyambut bulan Ramadhan 1431 H. Ini adalah berbagai macam nasehat yg kudapat dan tambahan sedikit disana sini. Juga ada nasehat dari seorang penulis ternama ^^. Oya, ini sebagian besar buat para lelaki, tp ya mungkin bisa jg untuk para wanita..😀
Kawan.. ketika hatimu dijajah oleh rasa cinta kepada wanita yg engkau cinta, ketahuilah tak ada dokter yg bisa menyembuhkanmu kecuali dirimu sendiri. Jodoh itu tanpa dikejar, tanpa dibuat bersakit sakit, jika tiba saat nya akan datang juga. Sudah ditulis oleh Allaah. Bila bukan jodoh, sampai katakanlah minta bantuan jin di jagad raya ini untuk membantu mu mendapatkan nya, maka kau tetap saja tak kan mendapat nya.
Sementara itu, ilmu dan prestasi juga amal ibadah. Jika tidak di usahakan dengan serius, maka tidak akan kau raih. Ilmu tidak bisa diraih dengan tiduran dan malas-malasan. Prestasi dan kesuksesan tidak akan diraih kecuali dengan pengorbanan secara maksimal pikiran, tenaga, dan perasaan. Bahkan kalau perlu nyawa. Tak ada dalam catatan sejarah ada orang sukses hanya dengan melamun, tidur, dan banyak angan2. Tak ada seorang yang juara dalam bidang apapun kecuali ia pasti seorang pejuang yang ulung. Kalau ingin ilmu yang berlimpah, berprestasi, dan sukses dunia akhirat maka bersemangat lah. Manfaatkan waktu sebaik baiknya dan gigih berjuang. Itulah jalan orang-orang yang sukses.

Baca Lebih Lanjut

Wanita Tak Bisa Dimengerti [sekedar refleksi]

Jika dikatakan cantik dikira menggoda

Jika dibilang jelek di sangka menghina

Bila dibilang lemah dia protes

Bila dibilang perkasa dia nangis

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak (sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut (sambil ngomel, egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Maunya emansipasi, sono narik becak (sambil ngomel, baikan gw jualan pecel dah)

Maunya emansipasi, disuruh angkat beras, muka masam (sambil ngomel, cowo apa ne.. dah tau beban gw berat (..????) masi disuruh angkat beginian)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya, tapi kenapa ya… lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah

Bila di ajari mukanya merah

Bila di sanjung mukanya merah

Jika marah mukanya merah

Kok sama semua? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya : diam

Ditanya tidak atau ya, jawabnya : diam

Ditanya ya atau ya, jawabnya : diam

Ditanya tidak atau tidak, jawabnya : diam

Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya)

Di bilang ceriwis marah,

Dibilang berisik ngambek,

Dibilang banyak mulut tersinggung,

Tapi kalau dibilang Supel, wadow seneng banget… padahal sama saja maksudnya

Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho,

Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita “kenapa elo jadi begini !!!!”

“Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang dia… :p”

Maap, just kidding..!! ^_____^

a Sin That Hurt You

Is there a sin that hurt you!?

And you wish to leave it before you die??

It’s here close to you…put your head on it…and prostrate…

And make your veins which are mixed with Arrogance and disobedience taste the flavor of

groveling and submission…

And make your eyes which have cried many times, to cry this time for your Hereafter…let it wash your sin…

Come closer to your Creator… and send your soul there to touch the Life,,

And make your heart…tell you it’s secret and complains of your pain…

Admitt your love for his Paradise,,,and your fear from his Fire,,,and your longing for meeting him,,,

And confess to him:

that you love him, say it right from your heart::

I love you my lord…

I love you…

And your love made my soul embrace the sky…

Oh Lord.. Oh love…

The night have came,,,

and every lover is alone with his/her love,,,

and here I’m alone with you and my tears complains my weakness to you,,,

and myself is escaping with my guilt,,,

and my shoulders have perished from my great misdeed,,,

and my sins have mixed with my blood, pain,,,

my hesitancy overpowered me and my words are lost and came prostrating to you,,,

and my ribs are crouched from fearing you,,,

and everything that belong to me have left me and held on to you,,,

My God…My Creator…My Lord

I have cried and no one heard my crying,,,

and I have hurt and no one felt my pain but you,,,

Oh who is more compassionate to me then my self, take me into your great sympathy, and do not forbid your ease in my grave because of my ignorance and my bad deeds…

Oh Allaah forbid the Hellfire for a body which is filled with fear of you and yearning for you,,,

and do not abandon me…when you show me what was preceded of my injustice and crime…

I’m perished by your honor and if you do not forgive me,,,,

Glory to you with which face I should meet you,,,,

with which feet i stand between your hands….!!!

with which tongue I speak to you…!!!

with which eye do I look at you…!!!

Glory to you

Glory to you…!!!

(by muslimah @Qassim Region – Saudi Arabia, Ghaadah at-Tameemee)

Jazakom Allaah khair all : )

If you like it please publishe it and let the people benefit from it.

I have translated it for the sake of Allaah and I want nothing but duaa for me.

Assalaam alaikum.