Fun Rafting

PERSIAPAN

Pagi itu hujan membasahi kota jogja dengan mesra. Sedangkan aku duduk termenung dalam kamar kos terkantuk kantuk.

“Wah koq hujan ya? Rafting nya jadi ga ni ya?” ktku dalam hati.

Kulihat jam udah menunjukkan pukul 7 pagi. Aku sangat mengantuk sekali. Karena semalam ga tidur. Biasalah, malam minggu gituh 😀 (cuman baca buku sm maen game ding). Kuambil pakaian dan perlengkapan mandi. Mandi pagi di pagi hari yang hujan dan dingin. Setelah itu kujejalkan pakaian ganti dan handuk ke dalam tas. Lalu berangkat ke kampus. Ya, hari ini aku mau rafting. Bukan mau kuliah. Yeaah, semangat membara walaupun mata semrepet 😀

Ternyata hujan sudah terang. Dan.. yak sudah kuduga. Orang Indonesia emang moloooorrr. Masa jam 7 di jadwal, berangkat nya jam 8.30. Dan ternyata ada 4 orang bule ikut rafting juga. Pengen ngobrol, tp kok gak pede ya? hahahha.

BERANGKAT

Rafting nya di Sungai Elo, Magelang, deket candi mendut. Berangkat naek bis.. bis apa td ya?? Yah pokoknya bis angin cendela dah, yang penting bisa jalan walo tampang nya tak meyakinkan. Haha.

Aku ambil tempat duduk terdepan, sm Yudis. Menikmati pemandangan perjalanan sambil menyantap snack yang di bagikan oleh panitia. Hmm.. nikmat. Tapi aku lupa, bahwa kap mesin bis itu di depan, jadi semakin lama, bagian bawah ku semakin panas  (maksudnya bagian kaki itu lho).

Pemandangan tak begitu kunikmati. Karena setelah snack habis, langsung teler. Ngantuk banget. Sampai di Magelang kira kira jam 9 lebih lah. Di kawasan candi mendut. Kemudian ke basecamp, naruh barang2 jalan kaki. Sesampai nya di basecamp, istirahat bentar (klekaran). Lalu pembagian kelompok. Karena 1 kapal buat 6 orang. Aku sekelompok dengan.. sapa aja ya tadi? wakakkaa, bentar2.. Towi, Hanung, Satrio, Dea, Wulan.. (bener ga yo? kalo salah ya maap) hehe.

Akhirnya berangkat ke lokasi, naek angkot yang memang sudah di sewa dan di sediakan untuk mengantar para calon perafting.

Sampai di pinggir sungai, diberikan pengarahan oleh pemandu nya. Tentang cara duduk di perahu, cara memegang dayung, termasuk cara kalo kecebur sungai juga. Setelah memakai pelampung, helm, dan masing2 orang bawa 1 dayung, maka smua pada masuk ke kapal. Akhirnya di mulai lah rafting nya 😀 Baca Lebih Lanjut

Iklan

Tawakal, seperti hati seekor burung

Saudaraku, tahukah engkau apa itu tawakal? Apakah sama dengan sabar? Sebagai seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita tahu apa itu tawakal. Karena tawakal merupakan ibadah hati yang sangat agung saudaraku. Mari kita simak hikmah dari hadits-hadits dan perkataan para ulama berikut.

Dari Abu Hurairoh radiyallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Akan masuk surga suatu kaum, hati mereka seperti hati burung” (HR. Muslim) maknanya adalah dalam merealisasikan tawakal.

Lantas seperti apa hati burung? Hal ini dijelaskan oleh hadits dari sahabat Umar bin khotob radiyallahu’anhu, bahwasannya beliau mendengar Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya, niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada burung. Mereka pergi pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore hari dengan perut kenyang” (shahih Tirmidzi, beliau berkata, ‘hadits hasan sohih)

Mengomentari hadits tersebut, Ibnu Rajab rohimahullah berkata di dalam kitabnya Jami’ul ‘ulum wal Hikam, “Hadits ini adalah dasar atau asas di dalam bertawakal, hal terebut juga merupakan diantara sebab yang paling besar dalam memperoleh rizki,” Oleh karena itu, kita tidak pernah mendengar seekor burung pada pagi hari terbentur dengan masalah rizki, lalu dia benturkan kepalanya ke tiang listrik. Itu tidak terjadi pada burung, tapi pada manusia hal tersebut terjadi dan sering kita dengar di berita atau dia media massa.” Baca Lebih Lanjut

Tips agar tetap Istiqomah

Saudaraku, kita memerlukan apa yang di sebut dengan istiqomah. Istiqomah dalam dinnul islam ini. Karena kita tidak bisa hanya beramal mungkin dalam jangka waktu tertentu saja, tetapi harus tiap saat tiap waktu kita beristiqomah memegang sunnah, melaksanakan perintah Allah dan Rosul Nya. Karena kita tahu bahwasannya maut menjeput bisa kapan saja. Lantas apakah kita mau mati dengan su’ul khotimah? Tentu tidak saudaraku, pastilah husnul khotimah yang kita inginkan.

Nah ini sedikit tips agar kita bisa beristiqomah di jalan Allah Azza wa Jalla :

1. Mengikhlaskan niat saat melakukan amalan-amalan ketaatan

Inilah pintu utama, yaitu pintu yang dapat mengantarkan seseorang untuk dapat istiqamah dalam hidupnya sehingga ia dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan bahagia.

Allah berfirman (yang artinya):

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan Tuhannya dengan seorangpun dalam melakukan ibadah kepada-Nya”. (Al-Kahfi: 110)

Hendaklah seseorang membersihkan hatinya dari sifat ingin dipuji atau tujuan-tijuan duniawi saat melakukan amalan-amalan ketaatan kepada-Nya (riya’ dan sum’ah). Mungkin kita dapatkan orang yang saat berkunjung dan menginap di rumah temannya, ia begitu semangat dalam membaca Al-Qur’an, qiyamul lail dan amalan-amalan ketaatan lainnya Namun ketika ia kembali ke rumahnya, entah mengapa bacaan Al-Qur’an tidak terdengar lagi dari bibirnya, demikian pula tidak terdengar lagi percikan air wudhu di sepertiga malam yang terakhir di rumahnya. Ia telah meninggalkan amalannya. Ia tidak dapat istiqamah dalam menjalankan amalan-amalan ketaatan. Kenapa hal itu bisa terjadi? Hendaklah orang tersebut mengintrospeksi dirinya, yaitu apakah saat ia membaca Al-Qur’an dan melakukan qiyamul lail betul-betul murni untuk Allah ataukah ada niatan-niatan lain di balik ibadahnya? Hanya Allah kemudian dirinyalah yang tahu bisikan hatinya. Dalam suatu hadist disebutkan :

“Sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian yang ia beramal dengan amalan penduduk surga sampai-sampai jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal satu jengkal, akan tetapi taqdir telah mendahuluinya sehingga iapun beramal dengan amalan penduduk neraka, akhirnya iapun masuk ke dalam neraka.” (HR. Muslim no 4781)

Baca Lebih Lanjut