Wanita Tak Bisa Dimengerti [sekedar refleksi]

Jika dikatakan cantik dikira menggoda

Jika dibilang jelek di sangka menghina

Bila dibilang lemah dia protes

Bila dibilang perkasa dia nangis

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak (sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut (sambil ngomel, egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Maunya emansipasi, sono narik becak (sambil ngomel, baikan gw jualan pecel dah)

Maunya emansipasi, disuruh angkat beras, muka masam (sambil ngomel, cowo apa ne.. dah tau beban gw berat (..????) masi disuruh angkat beginian)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya, tapi kenapa ya… lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah

Bila di ajari mukanya merah

Bila di sanjung mukanya merah

Jika marah mukanya merah

Kok sama semua? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya : diam

Ditanya tidak atau ya, jawabnya : diam

Ditanya ya atau ya, jawabnya : diam

Ditanya tidak atau tidak, jawabnya : diam

Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya)

Di bilang ceriwis marah,

Dibilang berisik ngambek,

Dibilang banyak mulut tersinggung,

Tapi kalau dibilang Supel, wadow seneng banget… padahal sama saja maksudnya

Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho,

Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita “kenapa elo jadi begini !!!!”

“Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang dia… :p”

Maap, just kidding..!! ^_____^

a Sin That Hurt You

Is there a sin that hurt you!?

And you wish to leave it before you die??

It’s here close to you…put your head on it…and prostrate…

And make your veins which are mixed with Arrogance and disobedience taste the flavor of

groveling and submission…

And make your eyes which have cried many times, to cry this time for your Hereafter…let it wash your sin…

Come closer to your Creator… and send your soul there to touch the Life,,

And make your heart…tell you it’s secret and complains of your pain…

Admitt your love for his Paradise,,,and your fear from his Fire,,,and your longing for meeting him,,,

And confess to him:

that you love him, say it right from your heart::

I love you my lord…

I love you…

And your love made my soul embrace the sky…

Oh Lord.. Oh love…

The night have came,,,

and every lover is alone with his/her love,,,

and here I’m alone with you and my tears complains my weakness to you,,,

and myself is escaping with my guilt,,,

and my shoulders have perished from my great misdeed,,,

and my sins have mixed with my blood, pain,,,

my hesitancy overpowered me and my words are lost and came prostrating to you,,,

and my ribs are crouched from fearing you,,,

and everything that belong to me have left me and held on to you,,,

My God…My Creator…My Lord

I have cried and no one heard my crying,,,

and I have hurt and no one felt my pain but you,,,

Oh who is more compassionate to me then my self, take me into your great sympathy, and do not forbid your ease in my grave because of my ignorance and my bad deeds…

Oh Allaah forbid the Hellfire for a body which is filled with fear of you and yearning for you,,,

and do not abandon me…when you show me what was preceded of my injustice and crime…

I’m perished by your honor and if you do not forgive me,,,,

Glory to you with which face I should meet you,,,,

with which feet i stand between your hands….!!!

with which tongue I speak to you…!!!

with which eye do I look at you…!!!

Glory to you

Glory to you…!!!

(by muslimah @Qassim Region – Saudi Arabia, Ghaadah at-Tameemee)

Jazakom Allaah khair all : )

If you like it please publishe it and let the people benefit from it.

I have translated it for the sake of Allaah and I want nothing but duaa for me.

Assalaam alaikum.

Menyusuri Peradaban Islam di Andalusia (Spanyol)

“Wahai saudara-saudaraku, lautan ada di belakang kalian, musuh ada di depan kalian, ke manakah kalian akan lari?, Demi Allah, yang kalian miliki hanyalah kejujuran dan kesabaran. Ketahuilah bahwa di pulau ini kalian lebih terlantar dari pada anak yatim yang ada di lingkungan orang-orang hina. Musuh kalian telah menyambut dengan pasukan dan senjata mereka. Kekuatan mereka sangat besar, sementara kalian tanpa perlindungan selain pedang-pedang kalian, tanpa kekuatan selain dari barang-barang yang kalian rampas dari tangan musuh kalian. Seandainya pada hari-hari ini kalian masih tetap sengsara seperti ini, tanpa adanya perubahan yang berarti, niscaya nama baik kalian akan hilang, rasa gentar yang ada pada hati musuh akan berganti menjadi berani kepada kalian. Oleh karena itu, pertahankanlah jiwa kalian.”

Kalimat tersebut diucapkan setelah kapal yang digunakan menyeberangi selat, sehingga satu-satunya pilihan bagi 7000 pasukan Islam saat itu hanyalah menghadapi 100.000 pasukan Visigoth guna menaklukkan negeri Andalusia, atau syahid disana. Pidato terkenal ini dikobarkan oleh seorang panglima perang yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah penyebaran Islam: Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad
Nama lengkapnya adalah Thariq bin Ziyad bin Abdullah bin Walgho bin Walfajun bin Niber Ghasin bin Walhas bin Yathufat bin Nafzau. Beliau merupakan putra suku Ash-Shadaf, suku Barbar, penduduk asli daerah Al-Atlas, Afrika Utara. Ia lahir sekitar tahun 50 Hijriah. Ia ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Beliau adalah salah seorang Panglima Perang Islam pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik atau al-Walid I (705-715 M) dari bani Umayah.

Pada bulan Rajab 97 H atau Juli 711 M, beliau mendapat perintah dari Gubernur Afrika Utara, Musa bin Nusair untuk mengadakan penyerangan ke semenanjung Andalusia (Semenanjung Iberia yang sekarang meliputi negara Spanyol dan Portugis). Bersama 7.000 pasukan yang dipimpinnya, Thariq bin Ziyad menyeberangi selat Gibraltar (berasal dari kata “Jabal Thariq” yang berarti “Gunung Thariq”) menuju Andalusia.

Setelah armada tempur lautnya mendarat di pantai karang, beliau berdiri di atas bukit karang dan berpidato. Beliau memerintahkan anak buahnya untuk membakar kapal-kapal yang membawa seluruh awak pasukannya. Kecuali kapal-kapal kecil yang diminta pulang untuk meminta bantuan kepada khalifah[citation needed, lihat footnote]. Beliau mengatakan, “Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya dua pilihan, menaklukkan negeri ini dan menetap di sini serta mengembangkan Islam, atau kita semua binasa (syahid).”

Karuan saja pidato ini membakar semangat jihad pasukannya. Mereka segera menyusun kekuatan untuk menggempur pasukan kerajaan Visigoth, Spanyol, di bawah pimpinan Raja Roderick. Atas pertolongan Allah swt, 100.000 pasukan Raja Roderick tumbang di tangan pasukan muslim. Raja Roderick pun menemui ajal di medan pertempuran ini. Baca Lebih Lanjut

Derita Seorang Pencinta

Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…

Jika kita memiliki atau paling tidak memikirkan Ilmu, maka niscaya tidak akan seperti itu insyaAllaah.. 🙂

[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي , karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]

Puisi Untukmu Tercinta

ukhtiku…
dimanapun engkau sekarang, janganlah gundah, jangan lah gelisah…
telah kulihat wajahmu dan aku mengerti…
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku dalam harimu…
percayalah padaku akupun rindu akan hadirmu…

aku akan datang tapi mungkin tidak sekarang…
karena jalan ini masih panjang…
banyak yang menghadang…
hatikupun melagu dalam nada angan…
seolah sedetik tiada tersisakan…
resah hati tak mampu kuhindarkan…
tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan…
karang asa ku tiada kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan…
lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan…
keputusan besar tuk datang kepadamu…

ukhtiku…
jangan menangis, jangan bersedih…
hapus keraguan dalam hatimu…
percayalah pada-Nya, Yang Maha Memberi Cinta…
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir…
yakinlah saat itu kan tiba…

tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu…
karena kecantikan hati dan iman yang dicari…

tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu…
karena aura keimanan lah yang utama…
itulah auramu yang memancarkan cahaya surga…
merasuk dan menembus relung jiwaku…

wahai perhiasan terindah…
hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu…
apalagi hanya demi sebuah pernikahan, karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat tapi bisa hancur dalam sekejap..

bariskan harapmu sepenuh rindumu…
pada istikharah di shalat malam mu…
pulanglah pada-Nya kedalam pelukan-Nya…
jika memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh…
itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci…
dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya…

ukhtiku…
kutahu kau merinduiku…
bersabarlah saat indah kan menjelang jua…
saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan..

apa kabar kau di sana?
lelahkah kau menunggu ku berkelana?
bisa bertahankah kau disana?
tetaplah kau bertahan disana…
aku kan segera datang…
insya Allah…

Curahan Hati Seorang Ikhwan

Kami sulit menahan pandangan mata ketika
melihat kalian, apalagi jika kalian
diamanahkan ALLAH kecantikan dan postur
yang ideal, kami semakin susah untuk
menolak agar tidak melihat kalian,
karena itu lebarkanlah pakaian kalian,
dan tutupilah rambut hingga ke dada
kalian dengan kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran kami
ketika berbicara dengan kalian, apalagi
jika kalian diamanahkan oleh ALLAH suara
yang merdu dengan irama yang mendayu,
karena itu tegaskanlah suara kalian, dan
berbicaralah seperlunya.

Kami juga sulit menahan
bayangan- bayangan hati kalian, ketika
kalian dapat menjadi tempat mencurahkan
isi hati kami, waktu luang kami akan
sering terisi oleh bayangan-bayangan
kalian, karena itu janganlah kalian
membiarkan kami menjadi curahan hati
bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus
berhadapan dengan kalian, Kekerasan hati
kami dengan mudah bisa luluh hanya
dengan senyum kalian, Hati kami akan
bergetar ketika mendengar kalian
menangis, Sungguh ALLAH telah memberikan
amanah terindah kepada kalian, maka
jagalah jangan sampai ALLAH murka dan
memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan
kelemahan hati kami, hanya dengan ikatan
yang suci dan yang diridhoi-Nya kalian
akan halal bagi kami.

“Lalu apa yang telah aku lakukan selama
ini…
Ya Rabb…tolong ampuni aku…untuk
setiap pandangan yang tak terjaga,
lisan yang merayu dan hati yang tak
terhijab…Ya Rabb…Engkau mengawasi kami tiap
detik, karena kasih sayangMu kepada kami
engkau perintahkan malaikat silih
berganti menemani kami siang dan malam…”